Saturday, September 16, 2006

Jurassic Park I, II, III

Nih gw sediain film-film JURASSIC PARK I, II, III silakan sedot yah .... :D

Jurassic park I

http://rapidshare.de/files/27365160/jurassic_park.part1.rar.html
http://rapidshare.de/files/27365458/jurassic_park.part2.rar.html
http://rapidshare.de/files/27365757/jurassic_park.part3.rar.html
http://rapidshare.de/files/27366042/jurassic_park.part4.rar.html
http://rapidshare.de/files/27366330/jurassic_park.part5.rar.html
http://rapidshare.de/files/27366629/jurassic_park.part6.rar.html
http://rapidshare.de/files/27367271/jurassic_park.part7.rar.html
http://rapidshare.de/files/27364887/jurassic_park.part8.rar.html

Jurassic park II

http://rapidshare.de/files/27376270/jurassic_park_2.part1.rar.html
http://rapidshare.de/files/27376503/jurassic_park_2.part2.rar.html
http://rapidshare.de/files/27376768/jurassic_park_2.part3.rar.html
http://rapidshare.de/files/27377075/jurassic_park_2.part4.rar.html
http://rapidshare.de/files/27377321/jurassic_park_2.part5.rar.html
http://rapidshare.de/files/27377582/jurassic_park_2.part6.rar.html
http://rapidshare.de/files/27377865/jurassic_park_2.part7.rar.html
http://rapidshare.de/files/27376017/jurassic_park_2.part8.rar.html

Jurassic park III

http://rapidshare.de/files/27378374/jurassic_park_3.part1.rar.html
http://rapidshare.de/files/27378670/jurassic_park_3.part2.rar.html
http://rapidshare.de/files/27378923/jurassic_park_3.part3.rar.html
http://rapidshare.de/files/27379193/jurassic_park_3.part4.rar.html
http://rapidshare.de/files/27379448/jurassic_park_3.part5.rar.html
http://rapidshare.de/files/27379729/jurassic_park_3.part6.rar.html
http://rapidshare.de/files/27380017/jurassic_park_3.part7.rar.html
http://rapidshare.de/files/27378116/jurassic_park_3.part8.rar.html

Password nya :
http://movieswarz.com

Dinosaurus Bersayap

DONGENG PARA EVOLUSIONIS
Dengan berdalih sebagai sesuatu yang ilmiah, evolusionis sering mengatakan bahwa ?dinosaurus kecil memperoleh sayap dan kemudian menjadi burung.? Akan tetapi, penjelasan mereka tentang bagaimana perubahan ini terjadi hanyalah sebatas dongeng belaka. Seperti yang digambarkan oleh evolusionis ini, mereka mengatakan bahwa dinosaurus yang mengepakkan kaki depannya untuk berburu serangga secara perlahan dan bertahap ?berubah menjadi bentuk sayap.? Sebagai sebuah khayalan, skenario ini memunculkan satu pertanyaan menarik: Lalu, bagaimanakah serangga, yang selain sudah dapat terbang juga memperlihatkan kehebatan aerodinamis dengan mengepakkan sayapnya 500 kali per detik secara serempak, dapat memperoleh sayap? Beberapa waktu lalu media massa dunia memuat penemuan baru-baru ini tentang sekumpulan fosil di Cina sebagai bukti yang mendukung teori evolusi. Beijing?s Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology mengeluarkan pernyataan bahwa satu dari keenam fosil dalam kelompok tersebut adalah milik seekor ?Dino-Bird (burung-dino) bersayap empat? (burung-dino adalah nama makhluk rekaan berbentuk separuh burung separuh dinosaurus, yang diduga sebagai nenek moyang burung). Lembaga ini juga menyatakan bahwa makhluk punah ini dapat terbang, atau setidaknya, bergelantungan di pepohonan. Media masa pendukung Darwinisme sekali lagi melakukan propagandanya habis-habisan meskipun teori ini sama sekali dan telah berulang kali dibuktikan keliru. Nyatanya, sama sekali tidak terdapat bukti yang mendukung propaganda mereka. Sebab, tidak ada ?burung-dino bersayap empat? (makhluk separuh burung separuh dinosaurus) atau data ilmiah apa pun yang mendukung teori evolusi burung dari dinosaurus.

Fosil baru: 20 juta tahun lebih muda dari Archaeopteryx

Archaeopteryx adalah seekor burung yang hidup sekitar 150 juta tahun lalu. Archaeopteryx sangatlah penting karena termasuk burung tertua yang hingga kini pernah ditemukan. Tak seorang ilmuwan pun pernah menemukan fosil burung yang berusia lebih tua dari Archaeopteryx . (Meskipun sebagian kalangan telah mengklaim bahwa fosil Protoavis berusia 225 juta tahun adalah ?burung tertua?, namun tesis ini tidak diterima secara luas.)Selain itu, Archaeopteryx tergolong seekor burung sejati, dengan semua ciri burung yang dimilikinya. Bulu-bulunya yang asimetris sama dengan burung masa kini, termasuk bentuk sayapnya yang sempurna, rangka yang ringan dan berongga, tulang dada yang menyangga otot terbang, serta banyak ciri lainnya yang meyakinkan para ilmuwan bahwa Archaeopteryx adalah seekor burung sejati yang mampu terbang sempurna. Beberapa ciri yang didapat: (1). BULU YANG ASIMETRIS: Bulu dari semua burung modern adalah asimetris. Bentuk ini memberikan fungsi aerodinamis bagi burung. Fakta bahwa bulu Archaeopteryx juga asimetris telah menggugurkan pendapat evolusionis bahwa burung ini tidak dapat terbang. (2). FOSIL CONFUCIUSORNIS DAN GAMBAR BURUNGNYA KETIKA MASIH HIDUP: Confuciusornis, yang fosilnya terlihat di sini, hidup dalam periode geologis yang sama dengan Archaeopteryx. Berbeda dengan Archaeopteryx, paruh burung ini tidak bergigi. Penemuan ini mengungkapkan bahwa Archaeopteryx bukanlah "burung primitif", melainkan spesies burung yang sebenarnya. (3). CAKAR HOATZIN:Sejumlah spesies burung yang hidup sekarang memiliki ciri fisik yang serupa dengan Archaeopteryx. Sebagai contoh, burung hoatzin juga memiliki struktur mirip cakar pada sayapnya? Akan tetapi, dua ciri Archaeopteryx yang sangat membedakannya dari burung modern adalah sayapnya yang memiliki cakar, dan gigi pada paruhnya. Karena dua ciri inilah sejak abad ke-19 para evolusionis berupaya menampilkan burung ini sebagai ?semi reptilia?. Namun ciri-ciri ini sesungguhnya bukanlah bukti yang menunjukkan kaitan antara Archaeopteryx dan reptilia. Penelitian menunjukkan bahwa Hoatzin, spesies burung yang hingga kini masih hidup, juga memiliki cakar pada sayapnya ketika masih muda. Archaeopteryx bukan pula satu-satunya ?burung bergigi?, sebab spesies burung lainnya di masa lalu yang ada dalam catatan fosil juga memiliki gigi, misalnya, Liaoningornis berusia 130 juta tahun juga memiliki gigi pada paruhnya (?Old Bird,? Discover magazine, March 21, 1997). Jadi, penjelasan para evolusionis bahwa Archaeopteryx adalah sejenis ?burung primitif? sungguh keliru, dan para ilmuwan telah menerima bahwa makhluk ini terlihat sangat menyerupai burung masa kini. Profesor ahli burung terkemuka di dunia asal Kansas University, Alan Feduccia, menyatakan, ?Kebanyakan mereka yang baru-baru ini mempelajari sifat-sifat anatomis Archaeopteryx, mendapati makhluk tersebut lebih banyak menyerupai burung daripada yang pernah mereka sangka sebelumnya,...?. Propaganda para pendukung Darwinisme telah keliru, dan Feduccia dalam bukunya The Origin and Evolution of Birds (Yale University Press, 1999, hlm. 81) juga telah menyatakan bahwa, hingga baru-baru ini, ?kemiripan Archaeopteryx dengan dinosaurus theropoda terlalu dibesar-besarkan.?Singkatnya, Archaeopteryx adalah burung tertua yang memiliki ciri-ciri yang sama seperti pada burung-burung modern, termasuk dalam hal kemampuan terbangnya. Selain itu, Archaeopteryx berusia sekitar 150 juta tahun.

Permasalahan seputar usia fosil

Archaeopteryx memperlihatkan satu fakta kunci: Burung telah ada sejak 150 juta tahun lalu. Mereka telah mampu terbang. Jika para evolusionis ingin mengemukakan sejumlah ?nenek moyang burung,? maka makhluk-makhluk ini haruslah telah hidup sebelum 150 juta tahun lalu.Satu fakta ini saja sudah cukup untuk menunjukkan bahwa pernyataan tentang ?burung-dino bersayap empat? yang disebarluaskan ke seluruh dunia sangat tidak berdasar dan tidak benar. Sebab, fosil yang diketemukan di Cina dan dinamakan Microraptor gui ini ? yang oleh para evolusionis dicoba-tampilkan sebagai ?nenek moyang burung-burung primitif? ? hanyalah berusia 130 juta tahun, dengan kata lain 20 juta tahun lebih muda dari burung yang diketahui paling tua. Jelas, sama sekali tidak masuk akal untuk menampilkan seekor burung ?sebagai nenek moyang burung-burung primitif? ketika terdapat sejumlah burung yang telah terbang 20 juta tahun sebelum makhluk ini ada.

Microraptor gui

Jadi, apakah makhluk yang dinamakan ?Dinosaurus bersayap empat?(Microraptor gui) ini?Sama halnya, semua fosil ?burung-dino? yang dikemukakan sejak awal tahun 1990-an semuanya diragukan keabsahannya. Salah satu dari ?dinosaurus berbulu? tersebut, yakni Archaeoraptor, adalah fosil yang dipalsukan. Pengkajian mendalam pada fosil-fosil burung-dino lainnya menunjukkan bahwa ?bulu-bulu? mereka ternyata serat-serat yang mengandung kolagen di bawah kulit, demikian dinyatakan dalam majalah Science edisi 14 November 1997. Dalam perkataan Profesor Feduccia, ?Banyak dinosaurus telah ditampilkan sebagai makhluk yang tertutupi bulu-bulu yang berpola aerodinamis tanpa disertai bukti apa pun yang mendukungnya.? Dalam bukunya yang terbit tahun 1999, ia menulis, ?Pada akhirnya, tak ada dinosaurus berbulu yang pernah ditemukan, meskipun banyak bangkai dinosaurus dengan kulit yang terawetkan dengan baik telah ditemukan di berbagai tempat.?Begitulah, ketika mencari jawaban sesungguhnya tentang apa itu Microraptor gui, kita harus senantiasa ingat akan sikap para evolusionis yang penuh prasangka dan suka mereka-reka. Makhluk ini mungkin saja memiliki struktur anatomi yang sangat berbeda dengan gambar-gambar ?rekonstruksi? yang muncul di media masa. Hal ini juga telah ditengarai oleh Profesor Alan Feduccia. Dalam sebuah korespondensi baru-baru ini, ia menulis:?Saya belum yakin bahwa makhluk tersebut bersayap empat; mungkin saja yang nampak oleh kita adalah bulu-bulu burung yang sebenarnya tidak pernah ada, dan ini sungguh sulit untuk ditafsirkan. Ciri-ciri yang menghubungkan hewan ini dengan dromaeosaurus juga sangat meragukan. Yang pasti, ekornya sangat berbeda dengan dromaeosaurus yang pernah diketahui, dan cakarnya tidak berbentuk melengkung, tapi hanya sedikit besar. Juga, bagian pubisnya lebih menyerupai burung. Mungkin kita tidak sedang menyaksikan dromaeosaurus yang dapat terbang, akan tetapi sisa-sisa dari unggas di masa awal? sekitar 20-30 juta tahun jauh sebelum Archaeopteryx.?Dan bahkan jika penafsiran tentang Microraptor gui terbukti benar, teori evolusi takkan mendapat pengukuhan apa pun dari hal ini. Sepanjang sejarah, puluhan juta spesies telah hidup dalam rentang spektrum biologis yang sangat lebar, dan banyak dari spesies ini telah punah seiring perjalanan masa. Sebagaimana mamalia terbang yang ada saat ini, seperti kelelawar, di zaman dahulu pun terdapat reptil-reptil bersayap (pterosaurus). Banyak beragam kelompok reptil laut (misalnya ichthyosaurus) hidup di masa lalu dan kemudian punah. Namun yang sungguh mengejutkan tentang spektrum yang lebar ini adalah hewan-hewan dengan ciri dan struktur anatomis berbeda muncul seketika dan dalam bentuk mereka yang telah lengkap sempurna, dan bukan sebagai turunan dari bentuk-bentuk nenek moyang yang lebih primitif. Misalnya, kita saksikan seluruh struktur kompleks burung muncul menjadi ada secara tiba-tiba pada Archaeopteryx. Tidak terdapat ?burung-burung primitif? bersayap. Tidak ada ?penerbangan primitif.? Keyakinan tentang adanya paru-paru burung primitif juga sungguh tidak mungkin, sebab paru-paru unggas ? yang sangat berbeda secara struktural dari paru-paru reptilia dan mamalia ? memiliki struktur rumit yang tak tersederhanakan. Singkatnya, catatan fosil terus saja memperlihatkan kesimpulan bahwa seluruh makhluk hidup muncul di bumi melalui penciptaan, dan bukan evolusi akibat pengaruh alamiah. Pernyataan terakhir tentang burung-dino ini takkan mampu merubah fakta yang ada.

Thursday, September 14, 2006

Black Metal Islam dan Satanism (artikel)

Artikel ini diambil dari indignasi underground newsletter :
Akhir-akhir ini saya sering berpikir mengenai Black Metal dan Satanisme. Saya teringat sebuah posting di milis Indogrindsick yang menanyakan bagaimana caranya menjadi anggota gereja setan, gimana caranya mendapatkan buku Satanic Bibble, dsb. Saya juga teringat dengan fellow local scenester of mine yang mengirim surat ke salah satu distro di Jakarta dan meminta info seputar scene underground lokal, dan jawaban dari distro tersebut cukup mengejutkan. Di surat tersebut si pemilik distro (entah siapa) mengatakan bahwa Punk, Hardcore dan Black Metal sebaiknya enyah dari bumi Indonesia.

Saya tidak akan menanggapi komentarnya mengenai punk dan hardcore, karena saya memang tidak peduli. Yang menarik adalah komentarnya mengenai Black Metal. Ia mengatakan bahwa band-band Black Metal Indonesia itu seperti Srimulat, seperti pelawak. Saya tidak ingat penjelasannya mengenai hubungan band Black Metal lokal ini dengan srimulat. Yang jelas alasan ketidaksukaannya terhadap band Black Metal lokal karena band lokal kita, tidak seperti band luar, beraninya menghina agama orang lain bukannya agama sendiri.

Dari tulisan tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa band Black Metal lokal kita, jika ingin hebat dan diakui seperti band Black Metal luar harus berani menghujat dan mencerca agamanya sendiri, dalam hal ini Islam yang merupakan agama dengan penganut terbesar di Indonesia....Kedengaran bodoh ya?

Ini yang membuat saya terusik, apakah memang menghujat agama sendiri itu merupakan suatu keharusan dalam Black Metal? Trus alasannya apa? Dengan pertanyaan ini didalam kepala, saya mencoba mencari jawaban ....dengan browsing di internet tentu saja. Dan dengan berkunjung ke beberapa situs dan membaca beberapa artikel dan interview, akhirnya saya punya kesimpulan seperti ini: Satanisme dalam Black Metal menurut saya terbagi dua, sekedar gimmick (image yang dibentuk hanya untuk keperluan publisitas) dan way of life. Contoh Black Metal yang sekedar gimmick adalah Venom, Bathory dan tentu saja Cradle of Filth dan juga hampir semua band Black Metal diluar wilayah Norwegia. Mengenai band-band Norwegia ini, orang-orang Inggris dulu sering menertawakan mereka karena mereka (Band Norwegia) justru lebih serius dalam menanggapi Venom. Menanggapi ledekan dari orang-orang Inggris ini, para pengikut Black Metal di Norwegia mengancam akan menyerang band-band Inggris yang melakukan tur di Norwegia, seperti yang akhirnya dialami oleh Paradise Lost.

Satanisme sebagai way of life dalam Black Metal dipelopori oleh band-band Norwegia seperti Mayhem, Burzum dan Darkthrone di akhir 80-an dan awal 90-an. Dengan Oystein Aarseth (alias Euronymous, gitaris Mayhem) sebagai orang nomor satu dan Varg Vikernes (alias Count Grishnackh, Burzum) sebagai tangan kanannya, Inner Circle dengan kedua belas anggotanya termasuk Ihsahn, Samoth dan Faust (Emperor) dan Fenriz (Darkthrone) memimpin komunitas Black Metal Norwegia. Inner circle inilah yang menentukan arah pergerakan Black Metal di Norwegia, mereka lah yang menyusun rencana yang nantinya akan dilaksanakan oleh mereka yang berada di Outer Circle. Dan terbakarlah sekitar 14 gereja sejak 1992 dan beberapa penyerangan terhadap band-band metal yang tidak sepaham dengan mereka.

Tokoh paling populer dalam pergerakan Black Metal Norwegia ini tentu saja adalah Kristian Vikernes yang kemudian berganti nama (kalian tentu tahu alasannya) menjadi Varg Vikernes yang kemudian lebih dikenal sebagai Count Grishnackh, motor dari Burzum. Varg tercatat telah membakar setidaknya 4 gereja dan untuk itu telah beberapa kali ditahan oleh polisi dan wajahnya menghiasi halaman beberapa media setempat. Namun berkat pengaruhnya dalam komunitas Black Metal tak seorang pun yang berani buka mulut dan akhirnya dia kembali bebas karena polisi tak memiliki bukti apa-apa. Varg kemudian ditangkap karena terbukti membunuh Oystein Aarseth alias Euronymous pada pagi hari 10 Agustus 1993 dengan 23 tikaman dipunggung dan lehernya. Varg akhirnya dihukum 21 tahun penjara atas tuduhan pencurian dan pemilikan 125 kg Dinamit dan 26 kg Glynite, pembakaran 4 gereja, perampokan, dan pembunuhan tingkat satu.

Hal yang paling menarik perhatian saya adalah filosofi dari pergerakan Black Metal Norwegia ini, alasan kebencian mereka terhadap Kristen sama sekali tidak seperti yang saya bayangkan selama ini. Satanis dalam konteks mereka berbeda dengan Anton LaVey dan Crowley. Mereka melawan Kristen dengan tujuan untuk mengusir mereka dari Norwegia dan mengembalikan kembali budaya Pagan kuno dan kebangkitan budaya-budaya Viking kuno seperti misalnya pertumpahan darah dan membunuh untuk pembalasan dendam. Mereka sangat membenci Kristen yang begitu mengagung-agungkan kelemahan dan atas simpati mereka kepada mereka yang lemah dan membutuhkan pertolongan. Oleh karena itulah Inner Circle menggagaskan ide untuk membakar simbol kebanggaan Kristen di Norwegia, gereja-gereja kuno indah yang terbuat dari kayu. Mereka berharap orang-orang Norwegia segera tersadar bahwa mereka tetap merupakan anak-anak Odin (dewa bangsa Viking).

Dan berikut ini beberapa tanggapan Count Grishnackh seputar beberapa issu penting. Alasan saya memilih dia sebagai referensi karena dia merupakan orang nomor 2 dalam elite Black Metal Norwegia, dan juga Euronymous sendiri jarang memberikan komentar, apalagi dia memang sudah nggak bisa ngomong lagi.

Pandangan Count Grishnackh mengenai Anton LaVey, Crowley dan "US Church of Satan" (ini merupakan tanggapannya mengenai tuduhan dari seorang polisi yang mengatakan bahwa Count Grishnakh membaca buku-buku Anton Lavey dan Crowley, seperti ditulis didalam buku Lord of Chaos)
Tentu saja saya pernah membaca sebuah buku 20 halaman tulisan Crowley dan menyadari bahwa buku itu konyol, dan tanpa makna, tapi saya tidak pernah membaca sebaris kalimatpun tulisan LaVey, dan saya tidak merasa pernah membaca bukunya, atau buku yang lain dari Crowley. Saya memang berlangganan THE BURNING FLAME beberapa tahun yang lalu, tapi hanya untuk dua edisi - dan keduanya saya anggap membuang-buang waktu (dan sejauh yang saya tahu tidak ada artikel tulisan LaVey, disitu. Jika pun ada saya tidak menyadarinya.)

Intinya adalah saya tidak suka dengan tuduhan tolol dan tidak berdasar seperti itu. Kenyataannya saya selalu menentang gereja setan Amerika plastik ini. Ini berdasarkan pengetahuan saya mengenai pengikut Crowley dan LaVey di Norwegia dan Swedia - yang bagi saya nampak persis seperti segala hal yang saya benci. Saya telah lama diperingatkan untuk menentang satanisme plastik rendahan ini sejak 1991, dan sejujurnya saya kaget dengan kenyataan bahwa tidak polisi ataupun pengarangnya (buku Lord of Chaos) menyadari hal ini.
Pandangan Count Grishnackh mengenai Islam
Islam merupakan rival dari agama Kristen, jadi menurut saya biarkan lah mereka saling menghancurkan satu sama lain. Jika salah satu dari mereka menang, kami akan bergabung dengan pihak yang lebih lemah, kemudian akan KAMI basmi begitu kami menjadi yang terkuat. Saat ini Kristen merupakan pihak yang terkuat, jadi kita tidak seharusnya menyerang Islam, sebaliknya kita harus bergabung dengan mereka dan bersama-sama melawan Kristen dan Yahudi. Selain itu, Islam lebih dekat dengan filosofi hidup kami dibanding Kristen, terlebih lagi mereka menghormati mereka yang gugur dimedan perang, mereka memiliki sense of honour dan tentu saja pandangan mereka mengenai perempuan lebih baik dibandingkan dengan Kristen. Lebih baik 'Allah hu Akbar' dipagi hari tujuh hari seminggu, dibanding bunyi lonceng gereja setiap minggu.

Sebenarnya tidak perlu lagi disebutkan, bahwa tak satupun agama asing dapat diterima di Eropa KAMI, baik itu Islam, Yahudi, atau Kristen dan segala bentuknya.
Sekarang yang menjadi pertanyaan saya adalah, band-band lokal kita satanis jenis yang mana? Apakah satanis "gimmick" atau satanis "way of life". Dan jika memang mereka memilih untuk menjadikan Satanism sebagai way of life, alasannya apa? Seorang Count Grishnackh saja memiliki pandangan yang positif mengenai Islam. Satu-satunya alasan ketidaksukaannya terhadap Islam adalah karena ia seorang rasis dan fasis dan ia menentang segala hal yang non Norway-Gemanic. Dan kemudian jika kalian memilih menjadi satanis dan mejadikan LaVey dan Crowley sebagai acuan, atas dasar apa? Lagi-lagi saya sebutkan, seorang Count Grishnackh sendiri menganggapnya sebagai konyol dan sampah.

Satanism dalam Metal dan khususnya Black Metal sejak awalnya memang hanya sekedar gimmick dan sebaiknya tetap seperti itu, Venom dulu menyebut diri mereka sebagai komponen musikal dari industri hiburan horror dan mereka berperan sebagai Satans's Cheerleader, tetapi sesuatu terjadi ketika Black Metal menyeberangi laut utara dan sampai di Norwegia.........(adjie)

http://members.fortunecity.com/indignasi/artikel/01.html

First wave :

diusung oleh venom,mercyful Fate, Bathory, Hellhammer,Buldozer
celtic Frost and Mayhem.
Ada yang mengklaim bahwa nama
Genre Black metal ini terinspirasi dari Venom (album Black Metal)
yang diartikan oleh Venom sendiri sebagai Black magic.

second Wave :
Diusung Oleh band2 scandinavia terutama norwegia seperti :
Darkthrone,Burzum,Immortal & emperor dengan konsep musik
dari elemen2 mainstream heavy metal,musik klasik dan tradisional
dari daerah mereka....
seperti diusung santet di album metalik klinik (lupa aku ke berapa).
di second wave ini pergerakan black metal mulai sangat agressive dan extreme
dengan lirik2 yang cenderung satanic, paganisme, anti christian dan sihir.

Koleksi Edguy


01. Hallowed
02. Misguiding Your Life
03. Key to My Fate
04. Sands of Time
05. Sacred Hell
06. Eyes of the Tyrant
07. Frozen Candle
08. Roses to Noone
09. Power & Majesty


01. The Healing Vision
02. Babylon
03. The Headless Game
04. Land of the Miracle
05. Wake Up the King
06. Falling Down
07. Arrows Fly
08. Holy Shadows
09. Another Time
10. The Unbeliever
11. Theater of Salvation


01. Hallowed
02. Misguiding Your Life
03. Key to My Fate
04. Sands of Time
05. Sacred Hell
06. Eyes of the Tyrant
07. Frozen Candle
08. Roses to Noone
09. Power & Majesty


01. Sacrifice
02. Rocket Ride
03. Wasted Time
04. Matrix
05. Return to the Tribe
06. The Asylum
07. Save Me
08. Catch of the Century
09. Out of Vogue
10. Superheroes
11. Trinidad
12. Fucking with Fire (Hair Force One)


01. Tears of a Mandrake
02. Golden Dawn
03. Jerusalem
04. All the Clowns
05. Nailed to the Wheel
06. Pharaoh
07. Wash Away the Poison
08. Fallen Angels
09. Painting on the Wall
10. Save Us Now


01. Paradise
02. Wings of a Dream
03. Heart of Twilight
04. Dark Symphony
05. Deadmaker
06. Angel Rebellion
07. When a Hero Cries
08. Steel Church
09. The Kingdom


01. Mysteria
02. The Piper Never Dies
03. We Don't Need a Hero
04. Down to the Devil
05. King of Fools
06. Forever
07. Under the Moon
08. Lavatory Love Machine
09. Rise of the Morning Glory
10. Lucifer in Love
11. Navigator
12. The Spirit Will Remain

Koleksi Kamelot


01. Regalis Apertura
02. Forever
03. Wings of Despair
04. The Spell
05. Don't You Cry
06. Karma
07. The Light I Shine on You
08. Temples of Gold
09. Across the Highlands
Elizabeth Trilogy:
10. I - Mirror Mirror
11. II - Requiem for the Innocent
12. III - Fall From Grace


01. Ascension
02. Heaven
03. Rise Again
04. One Day I'll Win
05. We Are Not Separate
06. Birth of a Hero
07. Creation
08. Sin
09. Song of Roland
10. Crossing Two Rivers
11. Troubled Mind


01. New Allegiance
02. The Fourth Legacy
03. Silent Goddess
04. Desert Reign
05. Nights of Arabia
06. The Shadow of Uther
07. A Sailorman's Hymn
08. Alexandria
09. The Inquisitor
10. Glory
11. Until Kingdom Come
12. Lunar Sanctum


01. March of Mephisto [video available]
02. When the Lights Are Down
03. The Haunting (Somewhere in Time) [video available]
04. Soul Society
05. Interlude I - Dei Gratia
06. Abandoned
07. This Pain
08. Moonlight
09. Interlude II - Un Assassinio Molto Silenzioso
10. The Black Halo
11. Nothing Ever Dies
12. Memento Mori
13. Interlude III - Midnight/Twelve Tolls for a New Day
14. Serenade

Koleksi Stratovarius


BLACK DIAMOND 5'48"
KISS OF JUDAS 5'41"
FOREVER FREE 6'00"
BEFORE THE WINTER 6'07"
LEGIONS 5'44"
ABYSS OF YOUR EYES 5'38"
HOLY LIGHT 5'46"
PARADISE 4'27"
COMING HOME 5'37"
VISIONS (SOUTHERN CROSS)


HUNTING HIGH AND LOW 4'08"
MILLENNIUM 4'09"
MOTHER GAIA 8'18"
PHOENIX 6'13"
GLORY OF THE WORLD 4'53"
MILLION LIGHTYEARS AWAY 5'19"
FREEDOM 5'03"
INFINITY 9'21"
CELESTIAL DREAM 2'29"
::bonus IT'S A MYSTERY 2'29"
::bonus WHY ARE WE HERE? 2'29"
::bonus KEEP THE FLAME (French) 5'13"


FUTURE SHOCK Tolkki 4'33"
FALSE MESSIAH Tolkki 5'16"
BLACK NIGHT Tolkki 3'40"
WITCH-HUNT Tolkki 3'19"
FIREDANCE Tolkki 2'17"
FRIGHT NIGHT Tolkki 8'12"
NIGHT SCREAMER Tolkki 4'45"
DARKNESS Tolkki 6'54"
GOODBYE Tolkki 1'13"


AGAINST THE WIND 3'48"
DISTANT SKIES 4'10"
GALAXIES 5'01"
WINTER 6'32"
STRATOVARIUS 6'22"
LORD OF THE WASTELAND 6'10"
030366 5'47"
NIGHTFALL 5'09"
WE HOLD THE KEY 7'53"
TWILIGHT SYMPHONY 7'00"
CALL OF THE WILDERNESS 1'30"


FATHER TIME 5'01"
WILL THE SUN RISE? 5'07"
ETERNITY 6'56"
EPISODE 2'01"
SPEED OF LIGHT 3'03"
UNCERTAINTY 5'59"
SEASON OF CHANGE 6'56"
STRATOSPHERE 4'52"
BABYLON 7'09"
TOMORROW 4'52"
NIGHT TIME ECLIPSE 7'58"
FOREVER 3'06"
::bonus WHEN THE NIGHT MEETS THE DAY (Jap.) 5'13"


ALPHA & OMEGA
I WALK TO MY OWN SONG
I'M STILL ALIVE
SEASON OF FAITH'S PERFECTION
AWAKEN THE GIANT
KNOW THE DIFFERENCE
LUMINOUS
DREAMWEAVER
LIBERTY
RIDE LIKE THE WIND (Japan Bonus)


EAGLEHEART 3'50"
SOUL OF A VAGABOND 7'22"
FIND YOUR OWN VOICE 5'10"
FANTASIA 9'56"
LEARNING TO FLY 6'19"
PAPILLON 7'01"
STRATOFORTRESS 3'26"
ELEMENTS 12'01"
A DROP IN THE OCEAN 6'49"


CHASING SHADOWS 4'36"
4TH REICH 5'52"
EYES OF THE WORLD 6'00"
HOLD ON TO YOUR DREAM 3'38"
MAGIC CARPET RIDE 5'00"
WE ARE THE FUTURE 5'23"
TEARS OF ICE 5'41"
DREAMSPACE 6'00"
REIGN OF TERROR 3'33"
THIN ICE 4'31"
ATLANTIS 1'09"
ABYSS 5'06"
SHATTERED 3'30"
WINGS OF TOMORROW 5'15"


DESTINY 10'16"
S.O.S. 4'16"
NO TURNING BACK 4'22"
4000 RAINY NIGHTS 6'01"
REBEL 4'16"
YEARS GO BY 5'15"
PLAYING WITH FIRE 4'16"
VENUS IN THE MORNING 5'35"
ANTHEM OF THE WORLD 9'32"
::bonus COLD WINTER NIGHTS (Eur.) 5'13"
::bonus DREAM WITH ME (Jap.) 5'13"
::bonus BLACKOUT (Us.) 4'08"